Jurnal Kesehatan Tambusai
Pengaruh jamu stimun terhadap tingkat nyeri dysmenorrhea santriwati ponpes imam syafi'i tulungagung
By Hanny Lutfi Fatimah Haqi, Ivana Eko Rusdiatin, Darmasta Maulana and 1 others.
Abstract
Dysmenorrhea merupakan salah satu keluhan ginekologis yang sangat umum dirasakan oleh remaja putri saat memasuki masa pubertas. Kondisi ini ditandai dengan kram perut intens yang tidak hanya mengganggu aktivitas fisik sehari-hari, tetapi juga menurunkan kualitas hidup para santriwati. Oleh karena penggunaan obat-obatan kimia atau terapi farmakologis kerap memicu efek samping tertentu, maka pencarian terhadap alternatif penanganan nonfarmakologis yang jauh lebih aman menjadi langkah krusial yang perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh pemberian jamu STIMUN terhadap tingkat nyeri dysmenorrhea pada santriwati di Pondok Pesantren Imam Syafi’i, Tulungagung, tahun 2026. Menggunakan pendekatan pre-experimental dengan rancangan one group pretest–posttest, penelitian ini melibatkan total 19 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan instrumen Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi yakni pemberian jamu STIMUN sebanyak 240 ml per hari selama 2 hari dan kemudian data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, yang membuktikan adanya perbedaan yang sangat nyata pada tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi diberikan. Mayoritas responden tercatat mengalami penurunan derajat nyeri yang signifikan, yakni dari kategori berat bergeser menjadi kategori ringan hingga tidak nyeri sama sekali. Sebagai simpulan, pemberian jamu STIMUN terbukti efektif dan berpengaruh secara signifikan dalam meredakan tingkat nyeri dysmenorrhea. Intervensi alami ini terbukti ampuh membantu pemulihan fisik santriwati sehingga mereka bisa kembali menjalankan aktivitas harian di pesantren secara optimal.



