Jurnal Kesehatan Tambusai
Gambaran tingkat perioperatif pada pasien yang pertama kali menjalani spinal anestesi
By Anida Maghfirah.
Abstract
Kecemasan perioperatif adalah suatu reaksi psikologis yang muncul pada pasien sejak sebelum, selama, hingga setelah tindakan operasi berlangsung, dengan angka kejadian secara global mencapai 60–90%. Pada pasien yang baru pertama kali menjalani anestesi spinal, beban psikologis yang dirasakan cenderung lebih rumit karena minimnya pemahaman terhadap prosedur, kondisi yang mengharuskan mereka tetap terjaga selama operasi, serta rasa khawatir akan kemungkinan terjadinya komplikasi. Studi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai derajat kecemasan perioperatif yang dialami pasien yang baru pertama kali menjalani anestesi spinal di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus jamak dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan 5 orang partisipan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale) untuk fase praoperasi serta VAS (Visual Analogue Scale for Anxiety) untuk fase selama dan setelah operasi, yang dilaksanakan di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin pada bulan Mei 2026. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pada fase praoperasi, terdapat 3 partisipan dengan tingkat kecemasan berat dan 2 partisipan dengan tingkat kecemasan sedang. Pada fase selama operasi berlangsung, ditemukan 1 partisipan dengan kecemasan berat, 3 partisipan dengan kecemasan sedang, dan 1 partisipan dengan kecemasan ringan. Memasuki fase setelah operasi, seluruh partisipan menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang cukup besar hingga berada pada kategori ringan. Adapun faktor-faktor utama yang memicu timbulnya kecemasan antara lain kurangnya pengetahuan tentang prosedur, kondisi ruang operasi yang tidak familiar, dan rasa takut terhadap jarum suntik, sedangkan strategi koping yang paling banyak digunakan adalah berdoa, membangun pikiran positif, serta memperoleh dukungan dari petugas kesehatan maupun keluarga.



