Jurnal Kesehatan Tambusai
Recent advances in the treatment of age-related macular degeneration from anti-vegf therapy to complement inhibition
By Nazriel Ilham Adhyaksa, I Putu Reza Wedangga and I Wayan Putra Kesumantara Wiguna.
Abstract
Degenerasi makula terkait usia (age-related macular degeneration/AMD) merupakan salah satu penyebab utama kehilangan penglihatan sentral pada usia lanjut, terutama pada bentuk neovaskular (nAMD) dan atrofi geografis (GA). Perkembangan terapi AMD telah melampaui inhibisi vascular endothelial growth factor (VEGF) konvensional dengan hadirnya terapi berdurasi lebih panjang dan terapi yang dapat memperlambat progresi atrofi retina. Narrative review ini bertujuan meninjau perkembangan terbaru terapi AMD, meliputi terapi anti-VEGF, inhibisi komplemen, dan strategi terapi yang masih dalam tahap pengembangan. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed/MEDLINE dan Google Scholar, dengan publikasi tahun 2023–2026 sebagai sumber utama. Literatur dipilih berdasarkan relevansinya terhadap efektivitas, keamanan, interval pemberian, beban pengobatan, dan perkembangan terapi AMD. Pada nAMD, aflibercept 8 mg yang diberikan setiap 12 atau 16 minggu mampu mempertahankan ketajaman penglihatan yang sebanding dengan aflibercept 2 mg setiap 8 minggu. Faricimab juga memberikan hasil penglihatan yang sebanding dengan aflibercept, dengan sebagian pasien dapat menerima pengobatan setiap 12 atau 16 minggu. Pada GA, pegcetacoplan dan avacincaptad pegol dapat memperlambat pertumbuhan area atrofi, dengan efek pegcetacoplan tetap terlihat setelah 36 bulan pengobatan. Terapi gen seperti RGX-314 menunjukkan potensi menghasilkan efek anti-VEGF secara berkelanjutan pada penelitian fase awal. Perkembangan ini memperluas pilihan terapi AMD dan berpotensi mengurangi frekuensi pemberian obat serta memperlambat kerusakan retina, meskipun keamanan jangka panjang, durasi efek, manfaat fungsional, dan beban pengobatan masih perlu diperhatikan.




