Jurnal Kesehatan Tambusai
Sindrom nefrotik dengan manifestasi nefritik pada anak : Tantangan diagnostik dan tatalaksana komprehensif
By Agnes Marcella and Emilda Emilda.
Abstract
Sindrom nefrotik (SN) pada anak umumnya bermanifestasi sebagai proteinuria masif, hipoalbuminemia, edema, dan hiperkolesterolemia akibat kerusakan pada glomerular filtration barrier. Namun, pada beberapa kasus dapat disertai komponen nefritik seperti hematuria masif dan hipertensi akibat inflamasi glomerulus pasca-infeksi yang memperumit penegakan diagnosis. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan manajemen klinis komprehensif seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun dengan sindrom nefrotik yang menunjukkan tumpang tindih dengan komponen nefritik guna mencapai remisi optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif berdasarkan autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan rekam medis pasien di RSUD dr. K.H. Idham Chalid periode Oktober hingga November 2025. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien laki-laki usia 16 tahun dengan edema periorbital, asites, pitting edema ekstremitas bawah, serta karies dentis. Temuan laboratorium mengonfirmasi proteinuria 4+, hematuria (eritrosit 4+), hipoalbuminemia berat (1,17 g/dL), hiperkolesterolemia (480 mg/dL), peningkatan ureum (159,9 mg/dL) dan kreatinin (1,77 mg/dL) yang mengarah pada cedera ginjal akut, serta uji Anti Streptolisin O (ASTO) positif dan efusi pleura bilateral. Tatalaksana komprehensif meliputi infus albumin 20%, furosemid, spironolakton, prednison dosis penuh, kaptopril, serta antibiotik ampisilin dan eritromisin untuk eradikasi fokus infeksi. Kesimpulan dari kasus ini adalah penegakan diagnosis SN dengan komponen nefritik memerlukan ketelitian melalui temuan klinis dan laboratorium yang komprehensif, di mana pemberian terapi kombinasi steroid, diuretik, antihipertensi, serta antibiotik eradikasi fokus infeksi terbukti memberikan perbaikan klinis.





