Abstract / Summary
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan kombinasi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang dapat menyebabkan mual. Aromaterapi lemon diketahui memberikan efek relaksasi dan membantu mengurangi sensasi mual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan mual pada pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan fase intensif di Puskesmas Tunjung. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB yang menjalani pengobatan di Puskesmas Tunjung Lumajang sebanyak 35 responden, dengan sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat mual dilakukan menggunakan kuesioner Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (RINVR). Analisis data menggunakan uji Paired Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor mual sebelum diberikan aromaterapi lemon sebesar 10,97 ± 2,86 dengan nilai median 11,00, sedangkan setelah diberikan aromaterapi lemon rata-rata skor mual menurun menjadi 3,09 ± 2,79 dengan nilai median 2,50. Hasil analisis uji Paired Samples t-Test menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lemon berpotensi menurunkan mual pada pasien tuberkulosis. Sehingga aromaterpi lemon dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang mudah diterapkan, aman, efektif membantu mengurangi keluhan mual dan bermafaat dalam mendukung keberhasilan pengobatan.