Abstract / Summary
Kecerdasan buatan bergerak melampaui batas-batas dunia digital menuju ranah fisik. Physical AI dan embodied intelligence menjadi frontier baru penelitian AI, di mana sistem cerdas tidak hanya memproses data tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan lingkungan nyata melalui badan fisik (embodiment). Tinjauan ini mengkaji peran krusial sensor canggih dan sistem tanpa baterai dalam mewujudkan visi Physical AI. Melalui analisis terhadap perkembangan terkini dalam sensorik canggih, arsitektur komputasi hemat energi, dan sistem tanpa baterai, penelitian ini mengidentifikasi bahwa sensor merupakan "gerbang data" yang menghubungkan dunia fisik dengan model kecerdasan. Temuan menunjukkan bahwa e-skin fleksibel berbasis tekstil dan sensorimotorik proprioseptif telah mencapai akurasi pengenalan gestur >98% dan deteksi objek tak terlatih dengan deviasi 0,49 cm pada rentang 5,5 cm, menandakan kemampuan generalisasi yang melampaui pengenalan pola sederhana. Arsitektur komputasi bertingkat (layered inference architecture) dengan lapisan refleks hingga tingkat kebijakan global menjanjikan pengurangan konsumsi energi dramatis dengan memetakan setiap kejadian ke lapisan inferensi paling rendah yang dapat bertindak aman dan benar, memungkinkan operasi tanpa baterai yang berkelanjutan melalui pemanenan energi. Telaah ini menyimpulkan bahwa masa depan Physical AI bergantung pada sinergi antara sensor canggih yang mampu menangkap data fisik multimodal (tekanan, suhu, tekstur, propriosepsi) dan sistem tanpa baterai yang memungkinkan operasi mandiri, berkelanjutan, dan terdistribusi dalam skala besar.