Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
"Mie Kece" (Mie Ayam Kelor Ceria): Pemanfaatan Pangan Lokal Daun Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Balita di Desa Loli Dondo, Kabupaten Donggala
By Moh. Rafly padindi, Triwahyuni Triwahyuni, Ayu Andriani Nusi and 8 others.
Abstract
Stunting Masih Menjadi Masalah Gizi Kronis Di Indonesia, Termasuk Di Wilayah Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Yang Salah Satunya Ditandai Rendahnya Pemanfaatan Pangan Lokal Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Bahan Pemberian Makanan Tambahan (Pmt). Kegiatan Pengabdian Ini Bertujuan Meningkatkan Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Sumber Pangan Lokal Untuk Mendukung Pencegahan Gizi Kurang/Stunting Pada Balita, Melalui Edukasi Dan Peningkatan Keterampilan Ibu Pkk Serta Kader Posyandu Di Desa Loli Dondo Dalam Mengolah Daun Kelor Menjadi Mie Ayam Kelor ("Mie Kece") Sebagai Alternatif Pmt/Mp-Asi Yang Terjangkau. Metode Yang Digunakan Meliputi Edukasi, Demonstrasi, Dan Pendampingan Praktik Pembuatan Mie Ayam Kelor Pada 10 Orang Ibu Pkk Dan Kader Posyandu, Serta Evaluasi Melalui Pengamatan Langsung Terhadap Keterampilan Praktik Dan Uji Organoleptik Terhadap Produk Yang Melibatkan 10 Panelis Dari Peserta Yang Sama. Hasil Kegiatan Menunjukkan Seluruh Peserta (100%) Hadir Dan Mengikuti Kegiatan Hingga Selesai, Sebagian Besar Mampu Mempraktikkan Pembuatan Mie Ayam Kelor Secara Mandiri, Serta Seluruh Panelis (100%) Menyatakan Sangat Suka Terhadap Warna, Aroma, Tekstur, Dan Penerimaan Keseluruhan Produk. Kandungan Gizi Daun Kelor Yang Kaya Protein, Kalsium, Zat Besi, Dan Vitamin A Telah Banyak Dilaporkan Pada Penelitian Sebelumnya, Meskipun Analisis Kandungan Gizi Terhadap Produk Mie Kece Secara Langsung Belum Dilakukan Pada Kegiatan Ini. Kegiatan Ini Berpotensi Dikembangkan Sebagai Produk Pmt Rutin Posyandu Dan Usaha Rumah Tangga Berbasis Pangan Lokal Untuk Mendukung Pencegahan Stunting.



