Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Pemberdayaan Kader PKK dalam Penguatan Literasi dan Skrining Awal TBC melalui Edukasi Digital dan Pemanfaatan TOGA di Kelurahan Pasirjaya Kota Bogor
By Lusi Agus Setiani, Karina Pramita Ningrum, Nhadira Nhestricia and 6 others.
Abstract
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan penguatan upaya promotif, preventif, dan deteksi dini berbasis komunitas. Kecamatan Bogor Barat merupakan salah satu wilayah dengan penemuan kasus TBC yang tinggi di Kota Bogor. Di Kelurahan Pasirjaya, kader PKK memiliki potensi strategis sebagai agen edukasi kesehatan, tetapi masih memerlukan penguatan kapasitas, media edukasi yang terstruktur, serta dukungan teknologi untuk memperluas akses informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai TBC dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) secara aman, memperkuat kapasitas kader PKK sebagai agen edukasi kesehatan, serta mendukung skrining awal TBC berbasis komunitas. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui koordinasi, edukasi dan pelatihan, pemanfaatan media digital dan Pharmamed chatbot, pendampingan, skrining awal TBC, serta pengembangan TOGA sebagai media edukasi kesehatan. Kegiatan kesehatan terintegrasi dan skrining awal TBC diikuti oleh 127 peserta menggunakan Pharmamed chatbot berbasis indikator gejala, sedangkan evaluasi perubahan pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 100 peserta yang memiliki data berpasangan lengkap. Rata-rata skor pengetahuan TBC meningkat dari 2,29/5 (45,8%) menjadi 3,91/5 (78,2%), atau sebesar 32,4 poin persentase. Pengetahuan mengenai TOGA meningkat dari 2,49/5 (49,8%) menjadi 4,01/5 (80,2%), atau sebesar 30,4 poin persentase. Dari 127 peserta yang menjalani skrining, 84 peserta (66,1%) memperoleh hasil yang memerlukan perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil skrining tersebut tidak digunakan untuk menetapkan diagnosis maupun menggambarkan prevalensi TBC. Evaluasi setelah kegiatan menunjukkan respons positif peserta pada aspek pemahaman, keyakinan, kemampuan, dan komitmen, dengan rata-rata skor 3,27 dari skala 4. Integrasi pemberdayaan kader, edukasi, teknologi digital, skrining awal, dan pemanfaatan TOGA dapat mendukung penguatan kapasitas masyarakat dalam upaya promotif dan preventif berbasis komunitas, dengan tetap menempatkan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai rujukan untuk tindak lanjut hasil skrining.



