Bunda Edu-Midwifery Journal
Hubungan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Prodi Psikologi Di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
By Oktovia Dwi Lestari, Fathiyatur Rohmah and Siti Arifah.
Abstract
Gangguan siklus menstruasi merupakan masalah kesehatan reproduksi yang cukup sering dialami perempuan usia reproduktif, termasuk mahasiswi. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah stres akibat tuntutan akademik dan aktivitas sehari-hari. Studi pendahuluan pada mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menunjukkan adanya perubahan siklus menstruasi ketika mengalami stres. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswi semester 2, 4, dan 6 dengan sampel yang dipilih menggunakan Teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat stres dan siklus menstruasi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres ringan dan memiliki siklus menstruasi normal. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p-value = 1,000 (p> 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi. Meskipun tidak ditemukan hubungan signifikan, mahasiswa tetap disarankan untuk mengelola manajemen stres dengan baik melalui aktivitas fisik, pola tidur teratur, dan dukungan sosial, karena stres tetap berdampak pada kesehatan fisik dan psikis secara umum, terlepas dari siklus menstruasi.





