Bunda Edu-Midwifery Journal
Hubungan Aktivitas Fisik dan Diet dengan Risiko Obesitas pada Remaja Kelas XI3 di SMAN 3 Palangka Raya
By Meylina Putri, Karmitasari Yanra Katimenta and Isnawiranti Isnawiranti.
Abstract
Latar Belakang: Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Perubahan gaya hidup, seperti rendahnya aktivitas fisik, tingginya konsumsi makanan cepat saji dan minuman berpemanis, serta ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko obesitas. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit kronis dan menurunkan kualitas hidup remaja. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan diet dengan risiko obesitas pada remaja. Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitas fisik dan diet dengan risiko obesitas pada remaja kelas XI3 di SMAN 3 Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 39 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF), diet menggunakan kuesioner diet, sedangkan risiko obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko obesitas (p=0,008) dan antara diet dengan risiko obesitas (p=0,011). Remaja dengan aktivitas fisik rendah dan pola diet kurang baik cenderung memiliki risiko obesitas lebih tinggi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas fisik dan diet memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko obesitas pada remaja kelas XI3 di SMAN 3 Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan aktivitas fisik rendah dan pola diet yang kurang baik cenderung memiliki risiko obesitas lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan aktivitas fisik dan penerapan pola diet sehat sebagai upaya pencegahan risiko obesitas pada remaja melalui dukungan dari remaja, keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan.





