Bunda Edu-Midwifery Journal
Pengaruh Pijat Laktasi terhadap Perubahan Tingkat Nyeri Menyusui Ibu Nifas di Klinik Cahaya Bunda Mom & Baby Care Kota Pekanbaru
By Siti Firda Aulia and Rika Sri Wahyuni.
Abstract
Nyeri menyusui merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas dan dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan teori laktasi, pijat laktasi mampu merangsang pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin, meningkatkan sirkulasi darah, memperlancar pengeluaran ASI, serta memberikan efek relaksasi sehingga dapat menurunkan nyeri menyusui. Tujuan penelitian ini guna melihat pengaruh pijat laktasi pada perubahan tingkat nyeri menyusui pada ibu nifas di Klinik Cahaya Bunda Mom & Baby Care Kota Pekanbaru. Penelitian ini memakai desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini berjumlah 30 ibu nifas terpilih memakai teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar karakteristik responden, lembar monitoring pelaksanaan pijat laktasi, serta pengukuran tingkat nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah Intervensi. Analisa data dilaksanakan secara univariat serta bivariat memakai Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian memperlihatkan 28 responden mengalami penurunan tingkat nyeri, 2 responden tidak mengalami perubahan, serta tidak terdapat peningkatan nyeri. Hasil penelitian uji Wilcoxon memperlihatkan nilai Z = -4,668 dengan p = <0,001 (p<0,05), sehingga pijat laktasi berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat nyeri menyusui pada ibu nifas. Pijat laktasi dapat dijadikan intervensi Nonfarmakologis guna meningkatkan kenyamanan ibu selama menyusui.





