Maternity and Neonatal Jurnal Kebidanan
Determinan dan strategi intervensi untuk menurunkan unmet need kontrasepsi modern: Tinjauan literatur
By G.F. Gustina Siregar, Megawati Sinambela, Tasnim and 1 others.
Abstract
Unmet need kontrasepsi modern masih menjadi persoalan dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi pasangan usia subur. Tinjauan literatur ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis determinan serta strategi intervensi untuk menurunkan unmet need kontrasepsi modern, khususnya terkait faktor individual, sosial-demografi, pengetahuan, akses pelayanan, peran pasangan dan keluarga, norma sosial-budaya, serta bentuk intervensi. Penelitian menggunakan desain literature review dengan sintesis naratif dan tematik. Penelusuran dilakukan menggunakan kata kunci terkait unmet need, kontrasepsi modern, keluarga berencana, keterlibatan suami, dukungan keluarga, norma sosial, konseling, pemberdayaan keluarga, dan intervensi berbasis komunitas. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 46 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dikelompokkan menjadi tiga tema. Sebanyak 18 artikel membahas determinan individual, sosial-demografi, pengetahuan, dan akses pelayanan; 16 artikel membahas peran pasangan, suami, keluarga, gender, serta norma sosial-budaya; dan 12 artikel membahas konseling, KIE, pemberdayaan keluarga, serta intervensi berbasis komunitas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa unmet need bersifat multidimensional dan tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan atau ketersediaan kontrasepsi, tetapi juga oleh dukungan pasangan, pengambilan keputusan keluarga, kualitas pelayanan, norma gender, serta nilai sosial-budaya. Berbagai intervensi menunjukkan potensi dalam meningkatkan penggunaan kontrasepsi, terutama melalui konseling, pelibatan pasangan, pemberdayaan, dan pendekatan komunitas. Dalam konteks Batak Toba, kearifan lokal perlu diposisikan sebagai sumber daya pemberdayaan keluarga. Pendekatan terintegrasi diperlukan agar perubahan pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi keputusan kontrasepsi yang sesuai kebutuhan, didukung keluarga, pelayanan berkualitas, dan lingkungan sosial yang kondusif setempat. Tinjauan ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan model pemberdayaan keluarga berbasis kearifan lokal Batak Toba untuk menurunkan unmet need kontrasepsi modern.





