Maternity and Neonatal Jurnal Kebidanan
Kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di sma negeri 15 bandar lampung
By Lintang Dhyta Kinantie, Wayan Aryawati and Christin Angelina Febriani.
Abstract
Rendahnya kepatuhan ini menjadi permasalahan utama dalam efektivitas program pencegahan anemia. Data Riskesdas menunjukkan dari 76,2% remaja putri yang menerima TTD, hanya 1,4% yang patuh mengonsumsinya sesuai anjuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor Health Belief Model yang berhubungan dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 132 rematri dengan teknik proportional random sampling. Penelitian analitik kuantitatif desain cross-sectional, menggunakan data primer penyebaran kuisioner. Data dianalisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian sebagian besar siswi tidak patuh (60,6%), persepsi kerentanan kurang baik (56,1%), persepsi keparahan baik (56,8%), persepsi manfaat baik (64,4%), persepsi hambatan kurang baik (68,2%), isyarat bertindak kurang baik (52,3%), dan efikasi diri kurang baik (55,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi kerentanan (p=0,043; OR=2,217), persepsi keparahan (p=0,043; OR=2,217), persepsi manfaat (p=0,025; OR=2,593), persepsi hambatan (p=0,008; OR=2,952), isyarat bertindak (p=0,002; OR=3,322), dan efikasi diri (p=0,003; OR=3,141) dengan kepatuhan mengonsumsi TTD. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan mengonsumsi TTD adalah efikasi diri dengan nilai OR sebesar 2,848. Peningkatan kepatuhan konsumsi TTD perlu difokuskan pada penguatan efikasi diri, peningkatan edukasi kesehatan, pengurangan hambatan yang dirasakan, serta peningkatan dukungan dari sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan




