Jurnal Akta Trimedika
Laporan kasus: Manajemen perawatan intensif pada luka bakar kritis
By Lira Panduwaty, Karlina Mahardieni, Diani Nazma and 2 others.
Abstract
Menurut data World Health Organization (WHO), secara global ditemukan 180.000 kasus kematian akibat luka bakar setiap tahun. Berdasarkan kelompok usia, risiko paling tinggi dialami oleh perempuan lanjut usia dan anak-anak. Luka bakar pada wajah dapat menyebabkan trauma inhalasi dan membutuhkan penatalaksanaan yang lebih kompleks. Penanganan cepat pada luka bakar diawali dengan survey primer yang cepat dan menyeluruh terhadap pasien. Laki-laki berusia 46 tahun dirujuk ke instalasi gawat darurat (IGD) dengan keluhan utama luka bakar pada wajah, badan, punggung, dan seluruh ekstremitas. Luka bakar diduga disebabkan oleh uap panas yang berasal dari oven pembakaran bata ringan yang terjadi satu hari sebelum pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat. Pemeriksaan fisik menunjukan luas area luka bakar sebesar 81 persen dari total luas permukaan tubuh dengan derajat dua dan tiga. Pasien dirawat di Ruang Perawatan intensif dan menjalani tindakan eskarotomi sebanyak lima kali. Luka bakar merupakan kondisi medis kompleks yang membutuhkan penanganan yang cepat dan terorganisir untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kesembuhan. Evaluasi awal menggunakan protokol penilaian jalan nafas ABCDE, resusitasi cairan, penanganan trauma inhalasi, serta pencegahan sepsis dan hipermetabolisme menjadi langkah utama. Pendekatan multidisiplin mencakup pengendalian nyeri, pencegahan infeksi, dan dukungan nutrisi tinggi protein sangat penting untuk keberhasilan penanganan luka bakar. Kata Kunci : Luka bakar, resusitasi cairan, trauma inhalasi, sepsis, hipermetabolisme.



