Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Hubungan konsumsi ultra-processed food dengan status gizi berdasarkan indeks massa tubuh pada remaja di smpn 2 sepatan kabupaten tangerang
By Sindy Silvia Eliza, Siti Kusnul Khotimah and Ria Setia Sari.
Abstract
Latar Belakang: Status gizi remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya perubahan pola konsumsi menuju pangan ultra-proses (Ultra-Processed Food/UPF) yang memiliki kandungan energi, gula, garam, dan lemak tinggi namun rendah zat gizi mikro. Konsumsi UPF yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan asupan gizi dan memengaruhi status gizi remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi Ultra-Processed Food dengan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) pada peserta didik di SMPN 2 Sepatan Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada Juni–Agustus 2026. Sampel berjumlah 180 responden kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi terjangkau sebanyak 298 siswa. Konsumsi UPF diukur menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) 20 item berbasis klasifikasi NOVA, sedangkan status gizi ditentukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan berdasarkan standar antropometri WHO 2007. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil: Sebanyak 155 responden (86,1%) memiliki konsumsi UPF kategori sedang, 14 responden (7,8%) kategori rendah, dan 11 responden (6,1%) kategori tinggi. Status gizi responden terdiri dari kategori normal sebanyak 90 responden (50,0%), gizi kurang sebanyak 53 responden (29,4%), dan gizi lebih sebanyak 37 responden (20,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan hubungan positif signifikan antara konsumsi UPF dan status gizi (rₛ = 0,389; p < 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif signifikan dengan kekuatan korelasi rendah antara konsumsi UPF dan status gizi remaja di SMPN 2 Sepatan Kabupaten Tangerang.



