Indonesian Journal of Biotechnology
Analisis Penurunan Tingkat Mortalitas Pasien Acute Respiratory Distress Sindrom yang Mendapatkan Antikoagullan
By Intan Adevia Rosnarita, Endang Setyowati and Eliya Khoironi Rosyida.
Abstract
Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) merupakan kondisi gagal napas akut yang ditandai dengan cedera paru-paru inflamasi difus akut yang mengakibatkan peningkatan permeabilitas kapiler alveolar dan perkembangan edema paru nonhidrostatik. ARDS memiliki angka mortalitas tinggi, yang sering kali diperburuk oleh komplikasi tromboemboli. Pemberian antikoagulan, seperti heparin dan enoxaparin digunakan untuk mencegah trombosis dan meningkatkan prognosis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian antikoagulan terhadap mortalitas pasien ARDS menggunakan metode uji Chi-Square. Penelitian ini menggunakan studi observasional retrospektif terhadap pasien ARDS yang menerima terapi heparin, enoxaparin, atau kombinasi keduanya selama perawatan di unit perawatan intensif. Pengklasifikasian data berdasarkan jenis antikoagulan, status mortalitas pasien, durasi penggunaan antikoagulan, dan dosis antikoagulan yang diberikan kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis antikoagulan berhubungan signifikan dengan penurunan mortalitas (p < 0,05), dengan efektivitas yang lebih tinggi pada enoxaparin dibandingkan heparin. Perbedaan durasi pemberian antikoagulan terhadap mortalitas pasien tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penurunan mortalitas (p > 0,005). Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan antikoagulan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kematian pasien ARDS.




