JIIS: Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Identifikasi turunan asam karboksilat akar acalypha indica sebagai kandidat inhibitor gfat melalui lc-hrms dan studi in silico
By Arviani, Yuszda K. Salimi, Nurhayati Bialangi and 2 others.
Abstract
Diabetes melitus masih menjadi tantangan kesehatan global sehingga mendorong eksplorasi bahan alam sebagai sumber kandidat agen antidiabetik yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa bioaktif dari akar Acalypha indica serta mengevaluasi potensinya sebagai inhibitor enzim glutamine–fructose-6-phosphate amidotransferase (GFAT), yang berperan dalam metabolisme glukosa. Profil senyawa dianalisis menggunakan liquid chromatography–high resolution mass spectrometry (LC-HRMS), sedangkan potensi penghambatan GFAT dievaluasi melalui docking in silico. Pendekatan terintegrasi ini belum pernah dilaporkan sebelumnya. Pemrofilan metabolit dilakukan menggunakan LC-HRMS yang secara tentatif mengidentifikasi tiga belas turunan asam karboksilat, termasuk hydroxycinnamic acid, gluconic acid, trans-aconitic acid, dan glucoheptonic acid. Analisis penambatan molekular menunjukkan afinitas ikatan yang rendah beberapa senyawa terhadap GFAT. Glucoheptonic acid menunjukkan afinitas ikatan terendah (−8,0 kcal/mol), diikuti oleh xylaric acid A (−7,9 kcal/mol) dan trans-aconitic acid (−7,5 kcal/mol). Interaksi dengan residu kunci Gln421, Ser420, Ser422, dan Lys675 menunjukkan potensi mekanisme penghambatan enzim. Analisis farmakokinetik in silico menunjukkan bahwa 2-hexylpentanedioic acid memiliki profil ADME yang baik tanpa inhibisi utama terhadap CYP450 dan risiko toksisitas akut yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa akar Acalypha indica merupakan sumber potensial turunan asam karboksilat bioaktif, dengan glucoheptonic acid sebagai kandidat paling menjanjikan untuk uji in vitro sebagai inhibitor GFAT.







