Jurnal Medical Profession
Trauma hepar, syok hemodinamik: Case report: Liver trauma, hemodynamic shock: Case report
Par Alfitrah Surya Wijaya, Arief Munandar, Franklin Lessyana Sinanu et 5 autres.
Contenu en anglais
Résumé
Pendahuluan : Cedera hepar merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada trauma tumpul abdomen, dengan insidensi sekitar 35–45%. Kerentanannya dipengaruhi oleh ukuran besar, lokasi anatomis, serta struktur parenkim yang rapuh dan vaskular sehingga berisiko tinggi mengalami perdarahan masif. Syok hemodinamik yang menyertai dapat memperburuk kondisi melalui penurunan perfusi hepatik, hipoksia seluler, dan respons inflamasi. Spektrum cedera bervariasi dari hematoma hingga kerusakan vaskular berat, dengan derajat keparahan dinilai menggunakan sistem seperti AAST. Namun, penentuan tatalaksana lebih ditentukan oleh kondisi klinis pasien secara keseluruhan dibandingkan derajat cedera semata. Laporan Kasus : Seorang pria 43 tahun datang ke IGD RSUD Undata dengan keluhan nyeri dada, sesak, dan nyeri perut setelah trauma terhimpit mobil truk sekitar 1,5 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien tampak pucat dengan tanda syok hemodinamik berupa hipotensi (85/66 mmHg), takikardi, dan takipnea. Nyeri 0dominan pada kuadran kanan atas menimbulkan kecurigaan cedera hepar akibat trauma tumpul abdomen. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah dengan kesadaran compos mentis (GCS E4M6V5), distensi abdomen, jejas pada hipokondrik bilateral, serta nyeri tekan difus disertai tanda iritasi peritoneum. Temuan ini mengarah pada perdarahan intraabdomen yang kemungkinan besar berasal dari cedera hepatik. Pasien ditatalaksana sebagai kasus perdarahan internal sesuai prinsip ATLS yang memerlukan penanganan segera. Kesimpulan : Cedera hepar pada trauma tumpul abdomen merupakan kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan syok hemodinamik dan memerlukan penanganan segera. Pada pasien dengan instabilitas hemodinamik, diagnosis ditegakkan secara klinis dan penatalaksanaan operatif menjadi pilihan utama untuk mengontrol perdarahan. Outcome pasien umumnya baik apabila resusitasi adekuat, kontrol perdarahan efektif, dan monitoring pasca operasi dilakukan secara optimal.



