Community Development Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat
Peningkatan pemahaman pelari tentang stretching dan cooling down pasca race sebagai upaya pencegahan cedera
Von Dwi Agung Prasetyo, Nurul Halimah, Teddy Indrawan und 2 weiteren.
Inhalt auf Englisch
Abstract
Lari menjadi salah satu olahraga maupun aktivitas rekreasional paling populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sekitar 60% orang dewasa memilih lari sebagai gaya hidup aktif, yang terlihat dari berkembangnya komunitas lari sebanyak hampir 50% selama dekade terakhir. Masalah utama pada pelari adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan pelari dalam melakukan peregangan dan pendinginan pasca-balapan, di mana sebagian besar pelari cenderung langsung menghentikan aktivitas setelah mencapai garis finish tanpa melakukan pemulihan aktif yang adekuat. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya keluhan nyeri otot tertunda (delayed onset Muscle Soreness /DOMS), kelelahan otot yang berkepanjangan, serta risiko cedera muskuloskeletal akibat penggunaan berlebihan seperti strain otot dan gangguan jaringan lunak. Pengabdian masyarakat yang didedikasikan pada komunitas Lari Bahagia bertujuan untuk mengedukasi tentang pentingnya peregangan dan pendinginan pasca berlari sebagai upaya pencegahan cedera yang berisiko terhadap pelari. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan tentang pentingnya peregangan & pendinginan, pemaparan materi, dan penerapan materi tentang peregangan & pendinginan pada peserta. Hasil penyuluhan didapat adanya peningkatan pemahaman mengenai peregangan & pendinginan pasca lari sebagai upaya pencegahan cedera. Acara sosialisasi dengan tema “Peningkatan Pemahaman Pelari Tentang Peregangan dan Pendinginan Pasca Race Sebagai Upaya Pencegahan Cedera” dapat meningkatkan pemahaman anggota komunitas mengenai hal tersebut.



