Jurnal Kesehatan Tambusai
Nail disorders as clinical clues to systemic diseases : A narrative review
Von Nadya Lochyta Taraswaty und Dinie Ramdhani Kusuma.
Inhalt auf Englisch
Abstract
Kelainan kuku dapat menjadi manifestasi klinis dari berbagai penyakit sistemik dan memberikan petunjuk terhadap gangguan metabolik, vaskular, inflamasi, nutrisi, infeksi, maupun gangguan organ tertentu. Variasi perubahan warna, bentuk, ketebalan, tekstur, dan pertumbuhan kuku menyebabkan temuan kuku memiliki nilai klinis dalam pemeriksaan fisik. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi berbagai kelainan kuku yang berhubungan dengan penyakit sistemik serta menguraikan karakteristik klinis, mekanisme patologis, dan prinsip penatalaksanaannya. Penulisan dilakukan menggunakan metode narrative review dengan menelaah artikel penelitian, artikel tinjauan, buku ajar, dan sumber ilmiah yang relevan mengenai kelainan kuku pada penyakit sistemik. Literatur yang dikaji mencakup pembahasan mengenai splinter hemorrhage, clubbing finger, nail bed pallor, koilonychia, onychomycosis, yellow nail syndrome, subungual hyperkeratosis, dan leukonychia. Hasil sintesis menunjukkan bahwa setiap pola kelainan kuku memiliki karakteristik dan keterkaitan dengan kondisi sistemik yang berbeda. Clubbing finger banyak dilaporkan pada penyakit respirasi dan kardiovaskular, sedangkan koilonychia terutama berkaitan dengan defisiensi besi. Onychomycosis ditemukan pada berbagai kelompok dengan komorbiditas sistemik, sementara yellow nail syndrome berkaitan dengan gangguan limfatik dan respirasi kronis. Kelainan kuku lainnya dilaporkan pada penyakit hati, ginjal, hematologis, autoimun, dan metabolik. Pemeriksaan kuku dapat menjadi bagian penting dalam pemeriksaan fisik untuk mengenali kemungkinan penyakit sistemik dan menentukan evaluasi lebih lanjut. Penatalaksanaan terutama ditujukan pada kondisi yang mendasari disertai perawatan kuku sesuai manifestasi klinis.



