Jurnal Medical Profession
Preeklampsia berat pada ibu hamil usia 20 tahun G1P0A0 : Laporan kasus
Von Amelia Putri Wijayanti, Melda M.M Sinolungan, Gladys Susanti und 3 weiteren.
Inhalt auf Englisch
Abstract
Pendahuluan: Preeklampsia masih menjadi salah satu penyebab kematian pada ibu hamil setelah usia 20 minggu, yang ditandai peningkatan tekanan darah pada ibu hamil. Sampai saat ini angka kejadian preeklampsia sekitar 2,8% pada negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Tujuan penanganan preeklampsia adalah mencegah terjadinya perburukan yang mengarah pada mortalitas ibu dan janin. Laporan Kasus: Pasien Perempuan usia 20 tahun G1P0AO usia kehamilan 32 dengan keluahan nyeri perut bagian bawah dan keluar darah dari jalan lahir yang sudah dialami kurang lebih 1 hari. Keluhan disertai dengan sakit kepala, mual, dan muntah sebanyak empat kali. Sebelum hamil pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik. Kesimpulan: Preeklampsia sendiri merupakan kondisi peningkatan tekanan darah setelah usia 20 minggu dengan tekanan darah > 140/90 mmHg, dikatakan preeklampsia berat apabila tekanan darah > 160/110 mmHg dan terdapat proteinuria menetap. Dalam kasus ini penanganan preeklampsia berat berupa pemberian MgSO4 sebagai antikonvulsan dan pemeberian antihipertensi nifedipine dan metildopa.



